TEKNIK SWITCHING

 Metodologi Switching
Switching berdasarkan arti kata adalah mengganti. Dalam forex trading, strategi switching adalah melakukan pergantian arah dengan menutup posisi yang sedang merugi lalu membuka posisi baru dengan arah berlawanan dari posisi yang telah ditutup, dengan harapan keuntungan posisi yang kedua akan lebih besar dari kerugian pada posisi pertama yang sudah ditutup.

metodologi switching

Contoh Penerapan Strategi Switching

Saat ini harga AUD/USD adalah 1.0300. Saya memprediksi AUD/USD akan naik menuju 1.0400 . Oleh karena itu saya membuka posisi buy .

Selang berapa jam ternyata AUD/USD bergerak berlawanan dengan prediksi saya, AUD/USD Turun dan saat ini berada di level 1.0270. Artinya posisi buy  rugi 30 pips

Setelah dianalisa ulang, ternyata AUD/USD akan semakin turun menuju level 1.0200.

Agar hari ini tidak rugi, saya putuskan untuk menutup posisi buy saya dengan kerugian 30 point dan membuka posisi sell baru. Setelah beberapa jam ternyata benar bahwa market bergerak sesuai hasil analisa kedua yaitu turun,dan kini berada di level 1.0200. Akhirnya setelah merasa profit yang didapatkan cukup, maka saya menutup posisi sell saya dengan profit 70 point.

Dari akumulasi 2 transaksi diatas dengan melakukan switching, hari ini saya profit sebesar 40 point yaitu dari keuntungan 70 pips dikurangi kerugian 30 pips

Prinsip dasar dari cut & reverse technique (switching) adalah melakukan perubahan pada arah posisi transaksi secara drastis (reverse position) apabila posisi transaksi awal mengalami kerugian (salah arah). Dalam kondisi demikian pelaku transaksi akan melakukan Cut Loss (melikuidasi posisi awal) dan langsung membuka posisi transaksi baru yang berlawanan arah dengan posisi transaksi awal tersebut.
Sebagai contoh: jika pada awalnya pelaku transaksi membuka posisi transaksi awal dengan melakukan posisi transaksi pembelian (New Open Buy Position) sebesar 1 Lot, maka apabila posisi tersebut mengalami kerugian dengan jatuhnya secara tajam harga ke arah bawah, maka si pelaku transaksi akan melakukan Cut Loss pada posisi transaksi beli tersebut (Close Buy Position) dan kemudian membuka transaksi jual baru (new Open Sell position) juga sebesar 1(satu) lot.

Logika dasar pemilihan teknik transaksi ini adalah memberikan alternatif mengenai bagaimana seseorang pelaku transaksi dapat melakukan revisi terhadap posisi transaksinya dan melakukan antisipasi apabila terjadi perubahan trend harga secara mendadak tanpa kehilangan peluang untuk memperoleh keuntungan. Dari sudut pandang analisa teknikal, tindakan cut & reverse position hanya akan dilakukan apabila harga memecahkan Level Support atau Level Resistance. Cut Loss Position untuk transaksi beli hanya akan dilakukan apabila trend harga naik berbalik ke bawah dan memecahkan Level Support, sedangkan Cut Loss position untuk transaksi jual hanya akan dilakukan apabila trend harga ke bawah berbalik naik dan berhasil menembus Level Resistancenya.

Switching Dengan Martingale,  Averaging dan Hedging

Switching bisa saja dilakukan dengan Martingale, Averaging, dan Hedging. Dimana pada intinya adalah menutup kerugian lama dengan membuka posisi baru.

Martingale adalah sebuah teori manajemen probabilitas yang memungkinkan kesamaan nilai sesuatu dimasa tertentu dengan masa sebelumnya dengan menggunakan prinsip penggandaan. Dalam forex trading, Strategi Martingale adalah strategi untuk mendapatkan profit sekaligus menutup total kerugian dari transaksi sebelumnya melalui penggandaan modal.

Oleh karena itu, ketika menggunakan strategi martingale resiko pada transaksi berikutnya selalu meningkat seiring dengan meningkatnya kerugian. Aturan main strategi martingale ini adalah ketika anda melakukan transaksi sekian (n) lot dan hasilnya rugi, maka pada transaksi selanjutnya menggunakan lot 2 kali lipatnya (2n). Begitu pula selanjutnya. Sehingga ketika transaksi terakhir profit, maka keuntungannya sudah bisa menutupi semua kerugian dari transaksi-transaksi sebelumnya. Untuk memperkecil kerugian ketika posisi kita berlawanan arah dengan trend, serta untuk memaksimalkan keuntungan disaat posisi kita searah dengan trend, kita bisa menggunakan Strategi Averaging.

Averaging berdasarkan arti katanya adalah merata-ratakan. Dalam hal membuka posisi, strategi averaging ini berguna untuk merata-ratakan harga pembukaan posisi. Dimana pada suatu level tertentu, apapun kondisi marketnya nilai posisi yang kita buka adalah IMPAS. Dalam trading, arti Averaging adalah membuka lagi posisi baru sesuai dengan posisi lama meskipun saat ini harga bergerak berlawanan, dengan keyakinan bahwa market akan segera bergerak sesuai dengan prediksi kita.
Hedging menurut arti katanya adalah melindungi nilai. Dalam forex trading, aksi hedging berarti kita membuka dua posisi yang berlawanan sehingga meskipun harga naik atau turun nilai floating nya tetap sama.

Hedging biasanya dilakukan ketika posisi yang kita buka mengalami kerugian. Supaya kerugian tidak menjadi lebih besar, kita kunci dengan teknik hedging ini. Sehingga selanjutnya Hedging ini dikenal juga dengan istilah Locking (mengunci), karena saat kita menggunakan teknik hedging ini posisi kita terkunci yang membuat nilai keuntungan dan kerugian selalu bergerak beriringan.

Namun tentunya model diatas perlu keterampilan khusus. Perlu di pelajari dan dipahami cara kerjanya.

Penutup pembelajaran kali ini perlu diketahui, kebanyakan investor pemula yang tidak punya skill, keras kepala menahan kerugiannya ketika kerugiannya masih kecil. Mereka beralasan akan bisa keluar dengan keuntungan yang minimal. Mereka tetap menunggu dan menunggu dan berharap sampai kerugiannya menjadi keuntungan. Namun disayangkan biaya yang dikeluarkan juga cukup besar. Maka stop loss sangat berguna di sini untuk membatasi diri dan memperbaiki disiplin trading kita.